Senin, 07 April 2014

Mau Pilih Yang Mana ???



Mau Pilih Yang Mana  ??????

Zaman terus berkembang dimana setiap manusia selalu mengikuti perkembangan zaman tersebut, karena jika tidak mengikuti perkembangan zaman yang terus berkembang orang tersebut akan merasa ketinggalan zaman. Dalam hal ini dengan perubahan zaman tersebut sudah pasti ada nilai positif dan negatifnya terhadap segala aktifitas kehidupan manusia yang ada di muka bumi ini, terutama dalam hal perkembangan keuangan. Uang adalah hal utama untuk menjalakan sebagian besar atau hampir semua aktifitas kehidupan manusia di muka bumi ini, sekarang jangan jauh-jauh untuk melihat perkembangan perpinjaman uang, kita lihat perkembangan keuangan yang ada di Negara kita sendiri.
Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluh masalah keuangan, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu juga dengan masalah keuangan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta macam-macam tuntutanya. Sehingga masalah keuangan tersebut menjadi hal utama dalam kehidupan manusia. Maka tak jarang dari mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculan para koruptor, pencuri, pencopet, perampok pelaku suap dan sogok itu semua diakibatkan karena uang adalah hal utama.
Dari manakah uang tersebut di dapat ??? uang tersebut dari pinjaman dan dapat dengan mudah dengan jaminan tertentu baik itu jaminan material maupun non material. Apalagi Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penduduk ke empat terbanyak di dunia dengan kata lain dengan banyaknya orang di sekeliling kita maka banyak pula saingan yang harus kita hadapi..
Dalam pandangan islam, pinjaman terbagi menjadi dua :
1.      Pinjaman yang baik ( qardh hasan )
2.      Pinjaman berbunga (qardh ribawi)
Pinjaman yang baik
            Pinjaman yang baik ialah apa yang diserahkan oleh seseorang yang memiliki harta kepada orang yang membutuhkan baik itu manusia dengan manusia maupun lembaga dan manusia dan orang yang menerima ini akan mengembalikan gantinya pada suatu saat nanti dengan persyartan tmbahan apapun. Inilah  yang di dalam al-quran harta yang di infakan kepada orang-orang yang membutuhkanya dengan berharap pahala di akhirat.
           
Pinjaman berbunga
Pinjaman berbunga atau riba adalah harta tambahan yang mempunyai imbangan apab pun dalam pandangan syari’at yang terjadi dalam transaksi tukar menukar. Maka pinjaman riba ialah pinjaman yang di syaratkan dalam transaksinya agar ketika harta tersebut dikembalikan ditambah dengan sejumlah harta tertentu. Dan riba tersebut hukumnya haram.
Mengapa mereka butuh uang karena uang adalah salah satu pemuas kebutuhan hidup manusia, sebagai contoh jika Orang jika sedang membutuhkan uang dan waktunya sangat sempit mungkin orang tersebut akan geleng-geleng kepala, dan dari mereka pasti akan pilih jalan yang cepat tanpa berfikir dahulu karena mereka menganggap uang adalah segalanya setelah itu baru belakangan, dengan begitu itu uang ada yang dengan cara halal maupun haram, di kita juga sekarang banyak jasa-jasa peminjaman uang yang cepat cair dan dengan bunga tertentu serta  dengan syarat yang tidak terlalu sulit bagi mereka yang punya tetapi bagaimana dengan orang yang tidak punya ???? sungguh sangat memprihatinkan. tetapi bagi sebagian orang yang beragama islam dan itu juga bagi yang tahu hukumnya dengan bunga atau riba tersebut mereka pasti akan berpikir dua kali, mau pilih yang cepat tapi dosa atau yang lama tapi selamat ??? pasti mereka juga bingung ketika menghadapi keadaan yang genting. Tetapi walaupun demikian jika orang tersebut jika kuat apapun keadaanya maka mereka pasti akan pilih yang lama tetapi selamat kecuali memang tidak ada jalan selain itu karena mereka akan beranggapan yang cepat sama dengan dosa sama juga dengan neraka.
            Apa penyebabnya dengan uang tersebut ?? ini adalah pertanyaan yang jarang di pertanyakan karena banyak orang yang beranggapan pertanyaan ini tidak penting, karena mereka hanya mementingkan kehidupan sesaat bukan hanya kedepanya apa dan bagaimana setelah uang itu di dapat. Itulah manusia makhluk yang tidak bisa merasa puas jika satu hal terpenuhi maka akan ada hal lain yang ingin dia inginkan
Adapun cara mengatasi hal tersebut supaya tidak terjadi atau semakin menjauh dari ajaran agama islam dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT karena dengan kita semakin mendekat dengan Allah SWT maka terhadap hal tersebut akan menjauh dari hal tersebut itu juga
Allah SWT  sangat menyukai hambanya yang selalu bekerja eras dan pantang menyerah. Allah membukakan pintu rezekinya bagi hambanya yang bekerja keras di jalanya.
Sudah menjadi sifat alami anusia, bahwa menjalani hidup penuh dengan kerja keras demi mendapatkan rezeki yang kita inginkan terutama dalam hal keuangan.
Jadi dengan demikian marilah kita dekatkan diri kepada Allah SWT terutama dalam hal keuangan ataupun pinjam meminjam jangan asal cepat. Gunakanlah cara pinjam meminjam dengan cara syariah atau sesuai dengan ajaran agama islam dan jauhilah yang namanya riba, karena riba itu sendiri hukumnya haram dan dosa maka jika kita berdosa maka neraka disana sudah menanti kita. Sekarang mau pilih yang mana pinjaman yang baik surga menanti atau pinjaman berbunga maka neraka pun menantinya. Dan itu sendiri tergantung kita sendiri mau pilih yang mana dan mau pilih apa nantinya,,, silahkan dipilih mana yang baik dan mana yang buruk....
Sekarang ayolah pilih lembaga peminjaman terutama uang yang menggunakan ajaran islam jangan asal pinjam supaya tidak menyesal dikemudian hari, mulailalah dari sekarang bukan nanti dan nantii ayoooo islam pasti bisa....

Prahara Ibukota



Prahara Ibukota
Jakarta adalah ibukota Indonesia yang terletak di pulau jawa, Jakarta merupakan salah satu kota besar yang ada di Indonesia atau dengan kata lain merupakan induknya dari kota-kota besar lain. Oleh karena itu, keadaan di Jakarta pun sangat ramai berbeda dengan tempat lain yang berada di pelosok sana yang masih sepi tidak seramai jakarta ini. Gedung-gedung pencakar langit sangat banyak yang menghiasi malamnya ibukota dengan ciri khas masing-masing.
Di kota Jakarta ini banyak sekali orang yang berdatangan ke ibukota dengan tujuan yang sama yaitu untuk mengadu nasib dengan orang-orang lain yang sama pendatang ke Jakarta, semakin banyaknya orang yang berdatangan semakin banyak juga masalah yang terjadi di ibukota ini.
Mengapa ibukota menjadi banyak masalah ? jawabanya ada di prilaku orang-orang yang ada di sekitar jakarta itu sendiri. Karena dengan semakin banyaknya orang yang datang maka kesadaran terhadap lingkungan pun mereka acuhkan dan tidak mereka pikirkan apa yang aka terjadi kedepanya, sekarang mereka hanya memeikirkan dirinya sendiri.
Masalah utama yang ada di Jakarta seperti banjir, macet, sampah, polusi san lain sebagainya. Hal tersebut mau tidak terjadi bagaimana jika para penghuni jakarta itu sendiri tidak sadar dengan tepat yang mereka tinggali sekarang ini. Sampah-sampah mereka buang kesembarang tempat terutama pada sungai, kendaraan dijalan yang semakin tidak tertib karena semakin banyaknya kendaraan yang ada di Ibukota ini.
Sampai kapan itu terkendali ?? sampai semua penghuni yang ada di ibukota itu sendiri sadar terhadap lingkungan dan perlu di ingat yang hidup bukanlah generasi kita saja, masih ada generasi anak, cucu kita yang akan melangsungkan hidupnya, bagaiamana dengan nasib mereka kelak jika tidak mulai dari kita untuk merealisasikanya dengan benar.
Cintailah lingkungan kita, jagalah lingkungan kita jangan sampai di rusak dan yang sudah di ruksak perbaikilah sebagai mana mestinya.

Minggu, 06 April 2014

Penghitungan Pendapatan Nasional



PENGANTAR EKONOMI 2 *
05 April 2014


Penghitungan Pendapatan Nasional
Ø  Perkembangan/tindak suatu kegiatan ekonomi suatu negara => data => indikator ekonomi makro
·         Informasi
-          Pertumbuhan ekonomi
-          Laju inflasi
-          Tingkat suku bunga
-          Pengangguran
-          kemiskinan
Ø  pendapatan nasional => NI, GDP, GNP
“Menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima masyarakat dalam suatu Negara untuk satu periode”.

Perhitungan pendapatan nasional :
1.      metode Produksi => “Menjumlahkan barang atau jasa yang di hasilkan faktor ekonomi”.
Ada sembilan macam faktor ekonomi :
-          pertanian
-          pertambangan dan penggalian
-          industri pengolahan
-          listrik, gas dan air bersih
-          kontruksi
-          perdagangan, hotel dan restoran
-          komunikasi
-          keuangan, real estate, jasa perusahaan
-          jasa-jasa





Text Box: NT = NO - NI
Text Box: Y = NT . QI
 



NT = Nilai tambah/PN                                 Y= Pendapatn konsumen
NO = Nilai output/penjualan                      NT = Nilai tambah
NI = Nilai input/pembelian                         QI = jumlah barang

2.      metode Pendapatan
“Menjumlahkan semua pendapatan yang diterima pemilik faktor dalam satu negara dalam satu periode”.
a.       Tenaga kerja => upah/gaji
b.      Tanah/faktor produksi => sewaa/rent
c.       Modal => tingkat suku bunga
d.      Enteurpreneurship => provit


Text Box: Y= W + r + I + P
 


3.      Metode pengeluaran
“Menjumlahkan seluruh pengeluaran pelaku ekonomi suatu negara dalam satu periode”.
a.       Ekonomi rumah tangga (C)
b.      Ekonomi pemerintah (G)
c.       Ekonomi Investasi (I)
d.      Ekonomi Luar Negeri (x-m)


Text Box: Y = C + I + G  + (x-m)
 


Konsep pendapatan Nasional :
1.      GDP/PDB => “menjumlahkan seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi didalam batas wilayah satu negara dalam satu periode”.
2.      GNP => “menjumlahkan seluruh pendapatan yang dihasilkan masyarakat  suatu negara”.


Text Box: - GNP = GDP – Produksi netto terhadap luar negeri
- GNP = GDP + pendapatan faktor produksi yang ada didalam negara (PFDN) – Pembayaran atas faktor produksi luar negeri (PFLN).
 







3.      PNN/NNP


Text Box: NNP = GNP - Penyusutan
 


4.      NNI/PN => “jumlah penerimaan yang diterima masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung”.


Text Box: NNI = NNP – Pajak tidak langsung
NNI = NNP – Pajak tidak langsung - subsidi
 





5.      Personal Income => “jumlah penerimaan yang benar-benar diterima masyarakat setelah dikurangi laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan sosial dan tambah transfer payment.


Text Box: PI = (NNI + Transfer Payment) – Laba ditahan – iuran asuransi – iuran jamsos -  pajak perseorangan
 




6.      Disposible Income => “Pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap untuk di belanjakan oleh pemerintah”.


Text Box: - DI = PI – Pajak langsung
- DI  = PI – Pajak pendapatan disposible